Bacaan Do’a Qunut Lengkap Beserta Arti, Hukum, dan Keutamaannya

Bacaan Do’a Qunut – Hampir sebagian masyarakat Indonesia adalah muslim dengan bermadzhab Imam Syafi’i. maka dari pada itu, setiap shalat subuh berjamaah ataupun shalat witir pada malam-malam ramadhan diatas tanggal 15 ramadhan, banyak yang melafalkan do’a qunut ini.

Menurut etimologi kata Qunut berasal dari bahasa arab yang mempunyai makna yaitu diam atau khusyuk yang berasal dari kata Qanata yang artinya patuh dalam mengabdi.

Lalu, menurut istilah atau terminologi yaitu dzikir-dzikir khusus yang mencakup atas do’a dan pujian kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dengan menggunakan bentuk kalimat yang dikehendaki serta mencakup kandungan do’a dan pujian.

Dalam madzhab Imam Syafi’I, melafalkan do’a qunut yakni dibacakan ketika I’tidal, tepat sebelum sujud. Hukumnya adalah sunnah ab’adh, sunnah ab’adh adalah sunnah yang jika lupa dikerjakan harus duganti dengan sujud sahwi.

Kali ini kita akan membahas tentang bacaan do’a qunut ini, dan dibawah ini ada macam-macam bacaan dan arti do’a qunut, hukum, dan keutaman-nya.

 

Macam-Macam, Bacaan dan Arti Do’a Qunut

 

Macam-Macam, Bacaan dan Arti Do’a Qunut

Adapun do’a qunut secara ilmu fikih, paling tidak ada 3 macam yaitu qunut subuh, qunut nazilah dan qunut witir.

 

Qunut Subuh dan Witir

 

اَللّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيَْتَ تَبَارَكْت رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم

“Allaahumahdinii fiiman hadait, Wa aafinii fiiman aafait, Watawallani fiimantawallait, Wabaariklii fiimaaa toit, Waqini birahmatika syaramaa qadhait, Fainnakataqdhi walayuqdha alaik, Wainnahu layadzillu mawwalait, Walaya idzuman aadait, Tabarak tarabannaa wata aalait, Falakal hamdu alamaa qadhait, Astagfiruka wa atuubu ilaik, Washallalloohu ala sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ala aalihi washahbihi wabaarik wasallam.”

 

Artinya :

“Ya Allah semoga Engkau memberikan petunjuk kepadaku dengan orang yang telah Engkau berikan petunjuk, Dan semoga Engkau memberikan keselamatan kepadaku dengan orang yang telah Engkau berikan keselamatan, Dan semoga Engkau memberikan pertolongan kepadaku dengan orang yang telah Engkau berikan pertolongan, Dan semoga Engkau memberikan berkah kepadaku dari hal yang telah Engkau tetapkan, Dan semoga Engkau memeriksa kami dari rahmat-Mu dari keburukan yang telah Engkau tetapkan, Dan sesungguhnya Engkaulah yang Maha Menghukumi dan tidak ada yang bisa menghukummu, Dan sesungguhnya Engkau tidak bisa hina, orang yang Engkau sayang, Dengan tidak memuliakan orang yang di musuhi oleh-Mu, Dan Mahatinggi Allah maka tetap segala puji bagi-Mu, Oleh hal yang sudah Engkau hukum, aku memohon pengampunan dan taubat kepada-Mu, Dan semoga Engkau menambahkan rahmatnya kepada gusti kita nabi muhammad yang menjadi nabi, Dan semua umat Nabi Muhammad dan para sahabatnya, Semoga Allah menambahkan keberkahan dan keselamatan.”

 

Qunut Nazilah

 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ ,اَللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلَ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَائَكَ, اَللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لاَ تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ

 “Allahummaghfir lanaa walilmu’miniina walmu’minaati walmuslimiina walmuslimaati walif baina quluubihim wa aslih dzata bainihim wanashurhum ‘alaa adzuwwika wa’adzuwihim”. “Allahummal’an kafarata ahlal kitaabi alladzina yashudduna ‘an sabiilika wayukadzibuuna rusulaka wayuqootiluuna auliyaaika”. “Allahumma kholiif baina kalimihim wazalzil iqdaamahum wainzil bihim ba sakallladzii latarudduhuu ‘anilqaumil mujrimiin.”

 

Artinya :

“Ya Allah! Ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Persatukanlah hati mereka. Perbaikilah hubungan di antara mereka dan menangkanlah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka. Ya Allah! Laknatlah orang-orang kafir ahli kitab yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan rasul-rasul-Mu, dan memerangi wali-wali-Mu. Ya Allah! Cerai-beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat.”

 

Hukum Do’a Qunut

 

Hukum Do’a Qunut

 

Terdapat pendapat 4 Imam Madzhab terkait do’a qunut, yaitu :

Ulama Malikiyyah

Para ulama Malikiyah memiliki pendapat bahwasanya tak ada doa qunut kecuali ketika hanya waktu shalat shubuh. Adapun ketika shalat witir atau shalat yang lain tidak ada qunut.

Ulama Syafi’iyyah

Para ulama Syafi’iyyah berpendapat bahwa tidak terdapat qunut pada shalat witir kecuali disaat setengah akhir pada bulan ramadhan. Serta tak ada qunut pada shalat 5 waktu yang lainnya kecuali dalam shalat shubuh dalam berbagai kondisi (baik itu keadaan kaum muslimin lagi mengalami musibah maupun tidak). Qunut juga berlaku pada selain subuh jika kaum muslimin terkena musibah (yakni qunut nazilah).

Ulama Hanafiyyah

dikhususkan qunut ketika melaksanakan shalat witir. Tidak diberlakukan qunut di shalat yang lainnya selain ketika nawaazil yakni kaum muslimin terkena musibah, tetapi qunut nawaazil ini cuma dalam shalat subuh saja dan yang melantunkan qunut yakni imam, kemudian para jama’ah mengaminkan dan jika melakukan shalat munfarid atau sendirian maka tidak ada qunut.

Ulama Hanabilah (Hambali)

Para ulama Hanabilah memiliki pendapat terkait doa qunut. Mereka hanya mensyariatkan qunut ketika shalat witir dan tidak ada pemberlakuan qunut di shalat yang lainnya selain apabila terdapat musibah besar disamping musibah penyakit.

Pada keadaan tersebut, imam atau yang bisa mewakili membaca doa qunut ketika shalat 5 waktu kecuali shalat jum’at.

Sedangkan menurut Imam Ahmad sendiri memiliki pendapat bahwasanya tidak terdapat dalil atau hadist yang menerangkan bahwa Nabi shallallahualaihi wa sallam pernah melaksanakan qunut witir sebelum atau setelah ruku’.

 

Keutamaan Do’a Qunut

 

Keutamaan Do’a Qunut

Mendapat petunjuk

Terdapat sebuah kalimat yang berbunyi “Allahummahdinii fii man hadaiit” dimana artinya adalah permohonan seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala  atas sebuah petunjuk.

 

Mendapat perlindungan

Waqinii syarramaa qadhait”. Dalam bacaan tersebut terdapat makna sebagai permohonan perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar selalu memberikan perlindungan kepada umat-Nya supaya selalu selamat dari berbagai macam mara bahaya, karena memang Allah Subhanahu Wa Ta’ala merupakan Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang. Dan ketika hamba-Nya memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka tidak menutup kemungkinan jika hamba-Nya tersebut akan selalu dilindungi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Diberikan kesehatan

Dimana hal tersebut terdapat dalam kalimat “Wa’aa finii fiiman ‘aafait” yang mempunyai arti, “Dan berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan.” Maka tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk mendapatkan khasiat do’a qunut agar selalu diberikan kesehatan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari berbagai macam penyakit.

Diberikan Kenikmatan

Disebutkan pada kalimat “Wabaariklii fiimaa a’thait” yg artinya adalah “Dan berilah keberkatan bagiku pada apa – apa yg telah Engkau karuniakan.”

 

Demikianlah pembahasan tentang bacaan do’a qunut dan artinya, hukum serta keuntamaan-nya, semoga bermanfaat. Amin ya Robbal ‘alamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *