Cara Menghitung Rencana Anggaran Pembangunan Dan Desain Interior

Ketika anda berminat untuk mendesain interior rumah, hal pertama yang wajib anda pikirkan adalah biaya. Setelah menentukan biaya, barulah mencari tukang yang profesional. Jika anda ingin lebih rinci dan akurat maka anda dapat mencari konsultan desain khusus Interior.

Mulailah Dengan Menentukan Konsep dan Anggaran Desain Interior Sesuai Yang Anda Inginkan

Cara Menghitung Rencana Anggaran Pembangunan

Rencana Anggaran Biaya ini sebenarnya sama seperti ketika menghitung rencana belanja bulanan. RAB mulai dibuat dari pematangan konsep dan pembuatan gambar terlebih dahulu sehingga hasil RAB lebih akurat. Simak Langkah-langkahnya sebagi berikut.

Baca juga : Mengulik Gaya Interior Kolonial yang Sedang Ramai Diperbincangkan Saat Ini 

Memilih Bahan Material

Dari gambar yang telah dirancang baru dirinci peritem dalam bentuk bahan material yang digunakan. Seperti jenis batu bata yang akan digunakan. Jika akan menggunakan atap kayu, kualitas kayu seperti apa yang akan dipilih agar tidak mudah keropos. Bagaimana pemilihan keramiknya atau jika ingin yang lebih cantik bisa dilapisi dengan menggunakan vinyl roll. Lalu jendela yang dipakai seperti apa dan terbuat dari apa materialnya? Berapa kaleng cat yang dibutuhkan? Semua ini bisa tertuang saat menggunakan cara menghitung RAB interior untuk hunian anda.

Menentukan Furniture Interior

Pemilihan kursi, meja, lemari, lampu hias dan sebagainya perlu dihitung juga. Bayangkan, jika bangunan interior berkonsep minimalis namun furniturnya sangat modern dan bahkan vintage. Tentu pemandangannya menjadi timpang dan kurang enak dilihat. Oleh karena itu, anggarkan juga biaya untuk pembelian elemen-elemen interior secara detil. Jangan lupa memasukan dalam rincian anda harga lantai vinyl roll karena elemen yang satu ini sangat penting dan jangan lupa memilih desain yang seirama dan senada dengan konsep besarnya.

Pertimbangkan Nilai Estetikanya

Hal terpenting lain saat menggunakan cara menghitung RAB interior adalah pertimbangkan tentang nilai estetikanya. Menghemat tentu sah-sah saja, namun apabila pengetatan biaya interior berakibat hasil bangunan jadi kurang sedap dipandang, lebih baik menunda sampai dananya benar-benar cukup. Bisa juga dengan memilih bahan material yang berkualitas nomor dua. Namun hal ini sebaiknya dijadikan pilihan terakhir saja.

Gravatar Image
Honesty is the currency of wherever you are