Tanda-Tanda Kehamilan Yang Biasa Terjadi

Tanda-Tanda Kehamilan

Memiliki anak adalah impian bagi banyak pasangan suami istri, khususnya yang baru saja menikah. Hadirnya seorang anak ditengah-tengah keluarga kecil akan menambah suasana kehangatan dan keharmonisan rumah tangga. Tak jarang Tanda-tanda kehamilan menjadi hadiah yang sangat istimewa, namun tidak sedikit wanita yang menganggap dirinya telah hamil, ternyata setelah diperiksakan ke dokter kandungan hasilnya nihil.

Bagi wanita yang sedang menantikan kehadiran dedek bayi, mencari tahu tanda-tanda kehamilan akan terasa sulit. Tidak menstruasi atau telat menstruasi bukan menjadi patokan tepat sebagai penanda kehadiran momongan. Gejala menjelang haid atau menstruasi dengan tanda hamil muda sangat mirip, mulai dari payudara mengencang, sampai kram perut.

Sekitar 6 dari 10 wanita baru menyadari dirinya sedang hamil setelah janin berumur 6 minggu. Dan sebagian banyak wanita juga baru menyadari dirinya sedang hamil setelah janin berumur 8 minggu. Kali ini kita akan mengupas tuntas mengenai beberapa tanda tanda kehamilan yang harus kamu ketahui, yuks disimak!

 

Tanda-Tanda Hamil Muda Yang Mudah Dikenali

Tiap wanita tentunya memiliki tanda-tanda kehamilan yang pasti berbeda. Yang sudah pernah hamil pun sama, dapat mengalami gejala yang berbeda pada kehamilan selanjutnya.

 

  1. Mual

Pada saat hamil, indera penciuman akan mengalami peningkatan yang drastis. Aroma apapun, seperti asap rokok, bau badan suami serta aroma makanan yang tidak disukai akan membuat ibu hamil muntah karena aromanya terasa berkali-kali lipat.

Ibu hamil akan lebih sensitif terhadap bau seperti kopi, rokok, makanan, parfum dan yang lainnya dikarenakan kadar estrogen yang meningkat drastis. Gejala ini di alami pada minggu keempat sampai minggu kedelapan di masa kehamilan. Tak jarang juga yang mengalami siklus ini pada minggu kedua kehamilan.

 

  1. Mengalami flek darah dan kram perut

Pada masa setelah proses pembuahan, yaitu 10-14 hari. Ibu hamil akan mengalami kram/nyeri pada bagian perutnya disertai keluarnya bercak darah dari vagina, ini terjadi karena rahim yang mulai membesar. Namun, darah yang keluar mempunyai warna yang lebih terang dibandingkan dengan warna darah menstruasi pada umumnya.

 

  1. Lelah yang berlebih

Pada periode awal kehamilan, kadar hormon progesterone akan meningkat yang mempunya dampak rasa lelah berlebih. Ibu hamil juga membutuhkan waktu tidur yang lebih lama terutama pada minggu pertama pun juga minggu kedua masa awal kehamilan.

Karena jumlah progesterone yang meningkat tinggi di dalam tubuh akan membuat ibu hamil merasakan kantuk lebih sering dan cepat letih. Tak hanya itu juga, jantung ibu hamil akan memompa lebih keras dan cepat dari pada biasanya.

Maka daripada itu, ibu hamil sangat membutuhkan asupan makanan yang bernutrisi tinggi untuk menyeimbangkan staminanya.

 

  1. Membesarnya payudara

Karena produksi hormon esterogen dan progesterone meningkat, payudara ibu hamil akan berubah. Volume payudara bertambah dan terlihat lebih besar dari biasanya untuk persiapan menampung ASI. Payudara akan terasa lebih berat, sakit dan bahkan nyeri pada saat dipegang.

Ibu hamil akan sangat sensitif apabila disentuh meskipun tersentuh dengan branya sendiri. Selain itu, dada juga akan menjadi lebih lembut saat diraba dan biasanya muncul sedikit rasa gatal setelah satu minggu. Perubahan ini mulai terlihat pada minggu kedua.

 

  1. Nafsu makan tinggi

Masa awal kehamilan adalah fase dimana perubahan hormon sedang tinggi, sehingga berdampak pada nafsu makan yang meningkat. Ibu hamil akan merasa sangat lapar dan ingin menyantap semua sajian yang ada di depan matanya. Sehingga muncul masa mengidam bagi ibu hamil.

 

  1. Emosi tidak stabil

Perubahan emosi yang mendadak akan dialami oleh ibu hamil, karena meningkatnya berbagai macam hormon di dalam tubuh membuat emosional ibu hamil sulit dikendalikan. Ibu hamil menjadi sering emosi dan lebih sensitif.

Hal yang sebelumnya sepele akan terasa sebagai sesuatu yang harus diperhatikan. Perubahan suasana hati ini akan menjadikanmu lebih tegang. Tak hanya itu, ibu hamil bahkan dapat menangis karena hal biasa.

 

  1. Sakit kepala

Peningkatan sirkulasi darah yang terjadi karena perubahan hormon mengakibatkan pelebaran pembuluh darah sehingga ibu hamil dapat mengalami sakit kepala. Rasa sakit kepala ini terasa seperti sedang berada diatas kapal, rasa pusing ini juga dampak dari kurangnya kadar gula di dalam tubuh.

 

  1. Konstipasi

Pencernaan terganggu dan membuat ibu hamil sulit buang air besar diakibatkan dari meningkatnya jumlah kadar hormon progesterone. Perut kembung juga dapat dialami oleh sebagian banyak ibu hamil.

 

  1. Sering buang air kecil

Frekuensi buang air kecil akan lebih meningkat karena kandung kemih yang tertekan, janin yang ada didalam rahim membutuhkan ruang yang lebih luas dan berdampak pada penekanan kandung kemih. sehingga kandung kemih dipenuhi dengan urine.

Tak hanya itu saja, ginjal ibu hamil pun harus mengolah lebih banyak cairan karena tubuh ibu hamil memompa lebih banyak darah, sehingga jumlah urine yang dihasilkan juga meningkat.

 

  1. Kenaikan suhu tubuh basal

Suhu tubuh basal atau suhu tubuh ketika beristirahat. selama periode kehamilan, suhu tubuh ibu hamil akan mengalamin kenaikan dan akan bertahan selama masa kehamilan. Jadi, jangan lupa untuk menambah pegonsumsian cairan, dan berhati-hatilah saat beraktivitas.

 

  1. Penciuman yang sensitif

Ibu hamil akan merasakan indra penciumannya lebih sensitif. Memang belum ada pembuktian medis dari gejala ini, bukan hal yang aneh jika ibu hamil menghindari makanan tertentu kerena aromanya yang membuat ibu hamil risih. dampak meningkatnya penciuman ini, ibu hamil menjadi rentan mual dan muntah karena tidak tahan mencium aroma tertentu.

 

  1. Detak jantung meningkat

Perubahan hormon pada tubuh ibu hamil membuat jantung ibu hamil menjadi berdetak dan berdebar lebih cepat dari biasanya, fase ini terjadi pada usia kehamilan 8 sampai 10 minggu.

 

  1. Hipersalivasi

Hipersalivasi atau sering meludah akan terjadi ketika perubahan hormone estrogen yang ada didalam tubuh ibu hamil. Fase ini akan perlahan menghilang seiring waktu.

 

  1. Timbulnya gejala PMS

Gejala PMS akan terjadi pada masa awal kehamilan, seperti perut kembung, pinggang terasa nyeri, nyeri pada payudara dan nafsu makan yang meningkat.

 

  1. Sakit pada bagian pinggang

Rasa nyeri ini terjadi sampai ibu hamil melahirkan buah hatinya.

 

  1. Terlambat datang bulan

Pada masa ini, ovarium tidak akan memproduksi sel telur yang baru, sel telur yang telah dibuahi tidak akan dikeluarkan.

 

Pada umumnya prediksi hamil akan tinggi ketika wanita mengalami beberapa ciri hamil muda yang dijabarkan di atas. Namun, ada juga wanita yang masih meragukan kondisinya yang sedang mengalami hamil muda. tak jarang juga, wanita yang merasa hamil tapi nyatanya belum.

Bagi yang menginginkan pembuktian lebih pasti, cobalah memakai test pack, pemeriksaan USG atau konsultasi ke dokter kandungan ataupun bidan.

Untuk penggunaan test pack, gunakanlah test pack pada satu sampai dua hari sesudah melewatkan jadwal menstruasi.  Jika terbukti positif hamil, sebaiknya ibu hamil menjaga aktivitasnya dan mulai mengonsumsi makanan kaya nutrisi serta perbanyak cairan tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *